Saat ini, Tomcat atau serangga beracun sedang mewabah di Surabaya. Tomcat ini telah menyerang belasan siswa SD di Surabaya dan ratusan korban lainnya. Akibatnya korban mengalami iritasi kulit dan mata. Serangga kecil yang bisa meloncat-loncat ini bahkan sudah menyerang ke apartemen mewah.

 

Seperti apakah Tomcat? Serangga yang disebut Rove Beetle atau “Kumbang Rove” memiliki ukurannya yang cukup kecil, antara 7-8 mm. Serangga kelompok kumbang ini tidak menggigit atau menyengat, tapi darah mereka mengandung racun kuat yang disebut pederin yang dapat menyebabkan iritasi kulit dan mata.

 

Serangga ini menyerupai kalajengking namun berukuran kecil panjang dengan warna merah belang hitam. Tomcatakan mengeluarkan cairan secara otomatis bila bersentuhan dengan kulit manusia. Kumbang tersebut juga akan mengeluarkan cairan racunnya pada benda-benda seperti baju, handuk, atau benda-benda lainnya.

 

Jika kumbang melepaskan toksin dan terkena manusia akan diserap kulit dan membentuk luka seperti herpes. Bagian yang luka tengahnya bernanah dengan diameter 2 sentimeter dan terus membesar bila tidak ditanggulangi.

 

Itu sebabnya, jika sudah terkena dermatitis, otomatis seprei dan handuk maupun alat-alat yang disinyalir terkena racun Tomcat harus dibersihkan. Bersentuhan dengan kumbang ini saat merayap atau tidur, atau memukulnya layaknya membunuh nyamuk atau lalat malah akan menyebabkan iritasi kulit yang serius.

 

Gejala awal yang muncul berupa kemerahan pada kulit, dan sensasi ‘membakar’. Gejala ini diikuti dengan iritasi yang menyakitkan dan gatal-gatal dengan pustula (bintil bernanah) yang meluas dan kulit melepuh setelah 4 hari.

 

Racun yang terkena tangan juga dapat menyebar ke bagian tubuh lain dan ke orang lain. Hindari menggaruk luka. Racun bisa berpindah ke bagian lain kulit melalui cairan di luka. Jika luka terjadi pada area mata dan selaput lendir, sebaiknya segera ke dokter.

 

Lalu bagaimana cara menghindari serangan Tomcat? Hindari Tomcat. Cuci kulit Anda jika terkena racun. Kurangi pencahayaan di dalam ruangan saat malam tiba. Kenakan pakaian lengan panjang dan bercelana panjang untuk meminimalkan terkena serangan Tomcat di kulit.

 

Jika Tomcat tanpa sengaja terkena kulit, segera cuci bagian yang terkena dengan air dan sabun. Pasalnya toksin perlahan menembus kulit. Mencuci kulit sesegera mungkin setelah terkena kumbang tersebut akan membuang banyak racun sebelum mereka memiliki waktu untuk melukai kulit. Kemudian menggunakan kompres dingin, antihistamin, atau memakai lidah buaya untuk meringankan gejala pada daerah yang terkena.

 

Selain itu, berikan salep hydrocortisone 1% atau Salep betametasone+antibiotik neomycin sulfat-3 kali sehari atau Salep Acyclovir 5%

 

Berikut tips-tips untuk menghindari serangan Tomcat:

 

1. Hindari terkena kumbang ini pada kulit terbuka

2. Usahakan pintu tertutup dan bila ada jendela diberi kasa nyamuk untuk mencegah kumbang inimasuk

3. Tidur menggunakan kelambu jika mmg di daerah anda sedang banyak masalah ini

4. Bila serangga banyak sekalai maka dapat juga lampu diberi jaring pelindung untuk mencegah kumbang jatuh ke manusia

5. Jangan menggosok kulit dan atau mata bila kumbang ini terkena kulit kita

6. Bila kumbang ini berada di kulit kita, singkirkan dengan hati-hati, dengan meniup atau mengunakan kertas untuk mengambil kumbang dengan hati-hati

7. Lakukan inspeksi ke dinding dan langit-langit dekat lampu sebelum tidur. Bila menemui, segera dimatikan dengan menyemprotkan racun serangga. Singkirkan dengan tanpa menyentuhnya

8. Segera beri air mengalir dan sabun pada kulit yang bersentuhan dengan serangga ini

9. Bersihkan lingkungan rumah, terutama tanaman yang tidak terawat yang ada di sekitar rumahyang bisa menjadi tempat kumbang Paederus.

 

SERANGGA TOMCAT

 

contoh Iritasi Kulit Akibat Tomcat